Hitori1’s Weblog

Masukan dari Mei 2008

Kenshusei Indonesia

Mei 3, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

workerKenshusei, itulah status saya tinggal di Jepang. Didalam keterangan visa tertera status sebagai seorang kenshusei (baca: tarining). Program kenshusei adalah program kerja sama pertukaran siswa magang antara Indonesia dan Jepang. Kerja sama ini mencakup pelatihan bahasa, kebudayaan, dan keterampilan dasar bekerja.

Sebelum diberangkatkan ke Jepang, para kenshusei ini dilatih terlebih dahulu. Mereka dikarantina untuk belajar bahasa Jepang, cara hidup dan budaya. Salah satu penyelenggara program magang dijepang, sebut saja IMM Japan. Mereka mendidik para calon kenshusei persis seperti militer (semi militer), para calon Kenshusei ini ditempatkan di tempat pelatihan Lembang Bandung, CEVEST Bekasi, di Serang dan di Semarang.

Tentunya tidak mudah untuk bisa lulus dalam test penerimaan, karena dibutuhkan fisik yang kuat, mental yang kuat dan duit yang banyak. Hah !! duit yang banyak !? yups, duit yang banyak, karena oknum pejabat DEPNAKER atau pejabat Yayasan selalu meminta uang yang tidak sedikit kepada calon kenshusei yang ingin lulus. Ada juga siih yang ga pake acara nyogok segala, tapi cuma 1 orang dari 100 orang (heheh…)

Pada umumnya para kenshusei ini ditempatkan pada sektor industri sekala kecil dan menengah yang bergerak dalam bidang industri logam, pertanian, konstruksi, peternakan, percetakan, plastik molding, dan garment. Para Kenshusei ini tersebar diseluruh pelosok Jepang, mulai dari pulau Hokaido sampe pulau Kyushu, dari daerah pantai sampai daerah pegunungan, ada yang dikota ataupun di desa-desa terpencil.

Akhir-akhir ini banyak Kenshusei yang kabur, dalam artian dia meninggalkan perusahaanya dan tempat tinggalnya. Hal ini dipicu karena gaji yang diterima sangatlah kecil untuk hidup di Jepang (70.000yen – 150.000), apalagi tidak sedikit para Kenshusei yang harus mengirim uang ke Indonesia untuk keluarganya. Gaji kenshusei lebih kecil dibanding dengan pekerja Jepang (orang Jepang) sangat jauh sekali perbedaanya, tetapi pekerjaan yang dipikul kenshusei sanagat berat (melebihi beban orang Jepang).

Mungkin hal ini diakibatkan karena status kami adlah hanya sebagai seorang pekerja magang, di satu sisi gaji dan status kami hanya sebagai pekerja magang tapi disisi lain beban pekerjaan kami melebihi karyawan biasa dan jika kami melakukan kesalahan atau melawan, maka kami akan segera dipulangkan.

Semoga saja , Pemerintah Indonesia mau memperjuangkan nasib rakyatnya yang ada di Jepang.

Kategori: Japan Story · Tidak terkategori
Ditandai: , ,

Harajuku Style

Mei 2, 2008 · 1 Komentar

Apa komentar kamu setelah lihat foto ini? gambar ini saya ambil di Harajuku Park setelah saya melakukan Shalat Ied di SRIT (Sekolah Republik Indonesia Tokyo), kebetulan waktu itu banyak anak2 muda modis yang berpakaian ghotic, woow seru juga siih. kereen kan gayanya, pedeee abiss, hehehehe………

Harajuku stage

Kategori: My Hoby
Ditandai: , , ,

Merokok di Jepang

Mei 2, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Taspo CardBagi anda perokok sejati dan anda akan berkunjung ke Jepang, anda akan sedikit mengalami kesulitan membeli rokok di machine vending yang ada banyak di setiap sudut-sudut jalan. Pemerintah Jepang mulai membatasi gerak para pecandu rokok ini, terkait dengan UU Jepang yang mengharamkan rokok bagi masyarakat Jepang yang belum berumur 20 tahun.

Terkait dengan peraturan itu dan untuk mengawasi para pelajar untuk tidak merokok, maka pemerintah Jepang mewajibkan semua Tabaco Vending Machine menambahkan sensor khusus yang akan membaca thn,bulan dan tanggal lahir si calon pembeli. ya, setiap calon pembeli diharuskan mempunyai kartu khusus yang dinamakan TASPO CARD , kartu ini dilengkapi foto, identitas diri lengkap dan sensor semacam kartu ATM, untuk mendapatkan kartu ini, diharuskan mengisi formulir yang disediakan di tabaco shop atau di machine vending.

Taspo ini menuai kritikan dari masyarakat Jepang, karena dikhawatirkan identitas yang mereka berikan akan disalah gunakan oleh produsen rokok. Formulir yang mereka isikan, nantinya akan dimasukkan dalam data base perusahaan rokok dan tentunya orang Jepang tidak mau identitas dirinya terusik.

Sebenarnya sistem Taspo ini memiliki kelebihan disamping ia dapat membaca secara akurat dan cepat data yang ada di memori IC, ia juga bisa dimanfaatkan sebagai uang elektronik seperti SUICA milik Japan Railways.

Di Tokyo, sistem Taspo ini belum populer karena memang Tokyo merupakan target pelaksanaan tahap ketiga. Kagoshima dijadikan pilot project, sementara tahap pertama dilakukan dari wilayah utara yaitu di Hokaido, menyusul tahap kedua di Niigata, Nagao, Kyoto dll. Sementara tahap ketiga di wilayah Tokyo dan sekitarnya, Ibaragi, Okinawa dll.

pemakai Taspo ini masih sedikit sekali, karena masyarakat ragu maslah keamanan data yang mereka kirimkan, dan terus terang saja saya pun belum membuatnya (karena faktor kemalasan, hehehe).

Sistem pengawasan seperti ini sepertinya sangat bagus dan untuk membatasi siapa saja yang boleh merokok, karena kalau tidak dibatasi, bisa dibayangkan akan semakin banyak orang yang terkena penyakit jantung maupun paru2, dan seperti yang peringatan yang di tulis di setiap kotak rokok “Merokok dapat merusak janin,jantung,kanker,impotensi dan gangguan pernafasan”.

Nah bagi para perokok berat, siap-siaplah, hoby anda merokok akan terbatas, dan pliss jangan cemari lingkungan anda dengan asap rokok.

Kategori: Japan Story
Ditandai: , ,