Kenshusei Indonesia

workerKenshusei, itulah status saya tinggal di Jepang. Didalam keterangan visa tertera status sebagai seorang kenshusei (baca: tarining). Program kenshusei adalah program kerja sama pertukaran siswa magang antara Indonesia dan Jepang. Kerja sama ini mencakup pelatihan bahasa, kebudayaan, dan keterampilan dasar bekerja.

Sebelum diberangkatkan ke Jepang, para kenshusei ini dilatih terlebih dahulu. Mereka dikarantina untuk belajar bahasa Jepang, cara hidup dan budaya. Salah satu penyelenggara program magang dijepang, sebut saja IMM Japan. Mereka mendidik para calon kenshusei persis seperti militer (semi militer), para calon Kenshusei ini ditempatkan di tempat pelatihan Lembang Bandung, CEVEST Bekasi, di Serang dan di Semarang.

Tentunya tidak mudah untuk bisa lulus dalam test penerimaan, karena dibutuhkan fisik yang kuat, mental yang kuat dan duit yang banyak. Hah !! duit yang banyak !? yups, duit yang banyak, karena oknum pejabat DEPNAKER atau pejabat Yayasan selalu meminta uang yang tidak sedikit kepada calon kenshusei yang ingin lulus. Ada juga siih yang ga pake acara nyogok segala, tapi cuma 1 orang dari 100 orang (heheh…)

Pada umumnya para kenshusei ini ditempatkan pada sektor industri sekala kecil dan menengah yang bergerak dalam bidang industri logam, pertanian, konstruksi, peternakan, percetakan, plastik molding, dan garment. Para Kenshusei ini tersebar diseluruh pelosok Jepang, mulai dari pulau Hokaido sampe pulau Kyushu, dari daerah pantai sampai daerah pegunungan, ada yang dikota ataupun di desa-desa terpencil.

Akhir-akhir ini banyak Kenshusei yang kabur, dalam artian dia meninggalkan perusahaanya dan tempat tinggalnya. Hal ini dipicu karena gaji yang diterima sangatlah kecil untuk hidup di Jepang (70.000yen – 150.000), apalagi tidak sedikit para Kenshusei yang harus mengirim uang ke Indonesia untuk keluarganya. Gaji kenshusei lebih kecil dibanding dengan pekerja Jepang (orang Jepang) sangat jauh sekali perbedaanya, tetapi pekerjaan yang dipikul kenshusei sanagat berat (melebihi beban orang Jepang).

Mungkin hal ini diakibatkan karena status kami adlah hanya sebagai seorang pekerja magang, di satu sisi gaji dan status kami hanya sebagai pekerja magang tapi disisi lain beban pekerjaan kami melebihi karyawan biasa dan jika kami melakukan kesalahan atau melawan, maka kami akan segera dipulangkan.

Semoga saja , Pemerintah Indonesia mau memperjuangkan nasib rakyatnya yang ada di Jepang.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s